Yayasan Kippas

Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera

Penggunaan Dana RBOS SMAN 3 Simteng Dipertanyakan

Simeulue – Rencana Biaya Operasional Sekolah (RBOS) tahun 2012 di SMAN 3 Simeulue tengah (Simteng) menjadi perbincangan oleh dewan guru dan komite sekolah setempat. Hal itu disebabkan kepala sekolah, Drs Sunardi selaku pihak pengeloaan dana RBOS tidak pernah mengadakan musyawarah tentang bagaimana mekanisme dan penggunaan dana tersebut selama setahun beliau menjabat. Apalagi kepala sekolah tersebut sudah berpindah tugas di sekolah lain.

M Risam (40) yang Komite sekolah saat di tanyai sabtu (30/3) pekan lalu, beliau tidak berkomentar banyak. “Kalau berbicara tentang dana RBOS saya tidak tahu sebab kepala sekolah tidak pernah memberitahukan atau mengundang pihak kami untuk memusyawarakan menyangkut dana tersebut,” katanya.

Pada awal 2012, lanjutnya, kepalah sekolah pernah menyampaikan bahwa sekolah tersebut mendapat RBOS. Namun demikian, sampai saat ini tentang bagaimana RBOS ini dan berapa jumlahnya kepala sekolah tidak perna memberitahukan kepada komite.

Dihari yang sama akhir maret 2013 JW menyambangi sekolah tersebut, untuk menanyakan langsung kepihak sekolah. Akan tetapi, kepala sekolah yang kebetulan baru beberapa bulan menjabat tidak berada ditempat namun sempat disyahuti oleh Chairil Akmal Tanjung Spd selaku wakil kepala sekolah yang kebetulan beliau juga sebagai bendahara sekolah pada waktu itu.

“Dana RBOS diterima per semester yaitu dua kali dalam satu tahun jumlahnya Rp 31.520.000. Dan penyalurannya antara lain pembilian laptop 1unit, priter 1unit, pengecatan semua atap sekolah, pembelian gorden jendela, pemagaran dan rehap lapangan volly, rehap parkir sepmor, pengadaan buku dan lain-lain,” ungkapnya.

Sedangkan dari jumlah dana tersebut diperkirakan masi kurang untuk perehapan setahun dan tambahannya termasuk inisiatif kepala sekolah yang tidak tahu dari mana diambil menutupinya. Salah seorang guru setempat yang tidak mau disebutkan identitasnya, mengatakan dana RBOS tidak perna diadakan musyawarah dengan dewan guru, sedangkan berapa jumlah RBOS pertahun atau persemester ketahuan setelah sala satu dewan guru membuka komputer sekolah sehingga ketahuan tentang dana tersebut. Setelah dilihat rincian penggunaannya, banyak sekali terdapat kesimpangsiuran atau tidak sesuai dengan bukti fisik di lapangan antara lain pembelian mesin ginset, dispenser, kipas angin, fotocopy soal ulangan harian.

Dan ada juga tentang pembelian bambu untuk pemagaran lapngan volly, perawatan taman sekolah, ongkos-ongkos lain juga tidak ada karna itu dilakukan secara gotong-royong oleh siwa dan dewan guru. Mengenai isu ini, marak di kalangan guru-guru setempat. Harapan para dewan guru, agar pihak terkait cepat manangani masalah itu dan disesuaikan dengan bukti fisik dilapangan.

Ditulis oleh: Roni

Jurnalis Warga Simeuleu

blog comments powered by Disqus